"Survei LSI Denny JA dilakukan sebagai konsultan politik salah satu calon. Survei apa adanya atau cari pasar untuk salah satu pasang Anies-Sandiaga atau Agus-Sylviana Murni," kata Ikrar saat dihubungi, Jumat (7/10/16).
Ikrar juga mempertanyakan, apa yang disebut sebagai simulasi dalam survei itu hanya penjumlahan dari perolehan Anies Baswedan dan Agus Yudhoyono.
Asumsi migrasi dukungan didasarkan pada sentimen keengganan pemilih Islam memilih Ahok, yang menurut LSI mencapai 40 persen.
Asumsi tersebut sulit diterima mengingat berdasarkan sebaran dukungan, dukungan Ahok dari pemilih Muslim justru lebih besar (27,7 persen), Anies (22,8 persen) dan Agus (20,6 persen).
Ikrar juga menyayangkan isu SARA menyertai hasil survei itu. Padahal selama ini Denny JA dikenal sebagai tokoh yang sangat menentang isu SARA.
"Jadi ini survei independen atau dibayar untuk pengaruhi opini? Sebab kalau ini terus menerus dibiarkan akan jadi kebenaran," tutupnya. [src/teropongsenayan.com]