Dukung Keterbukaan Informasi Publik, 18 Desa se Kec.Japah Dilatih Buat Website

Kecamatan Japah menggelar pelatihan pembuatan website desa yang diikuti 18 opkom dan 7 prerangkat. (foto: dok-js)
BLORA. Sebagai dukungan keterbukaan informasi publik kepada masyarakat, berbagai upaya terus dilakukan Kecamatan Japah dan seluruh pemerintah desa yang berada di wilayah kecamatan yang dikenal sebagai penghasil durian dan ketela ini.

Setelah 2 pekan lalu 18 desa se Kecamatan Japah kompak menyusun transparansi info grafis penggunaan dana desa agar diketahui masyarakat guna mendorong pengawasan publik yang terbuka dengan cara ditempel di balaidesa dan beberapa tempat strategis.

Kini pemerintah Kecamatan Japah kembali melakukan gebrakan dengan menggelar pelatihan pembuatan website desa sebagai wadah pemasangan informasi pedesaan untuk masyarakat.

Dengan menggunakan laptop masing-masing, peserta pelatihan mencoba
membuat website desa. (foto: dok-js)
Pelatihan digelar pada hari Minggu (25/9) lalu di Pendopo Kecamatan Japah dengan diikuti oleh 18 operator komputer (opkom) perwakilan dari 18 desa dan 7 perangkat desa. Pihak Kecamatan mendatangkan seorang tutor atau ahli desain website dari Rembang yang memberikan langkah-langkah pembuatan portal online desa.

Camat Japah, Kiswoyo melalui Plt Kasi Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Imam Tri Santosa menyampaikan bahwa saat ini dari 18 desa se Kecamatan Japah semuanya sudah terpasang tower wifi internet, tinggal dua desa yang sedang proses pemasangan. Sehingga sudah cukup mendukung untuk pembuatan website desa guna menyajikan informasi untuk masyarakat secara online.

"Kecamatan sudah memiliki website di http://ift.tt/2cmx6HV, kini sudah saatnya seluruh desa di Japah juga online agar seluruh potensi desa dan informasi layanan masyarakat bisa lebih mudah didapatkan. Apalagi ini sudah jamannya digital," ucapnya.

Ia berharap dengan adanya pelatihan ini, portal website desa bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk menggali potensi desa. Tidak hanya urusan penyelenggaraan pemerintahan saja, namun juga potensi SDA, seni dan budaya. "Terlebih jika ada produk unggulan desa, wajib dipasang di website," tegasnya.

Sementara itu, Jusuf salah satu peserta pelatihan menyampaikan bahwa pelatihan tidak hanya dilakukan sehari saja. "Kedepan kami juga akan dilatih untuk menulis artikel berita untuk dimasukkan ke website agar bisa berkelanjutan mengoperasionalkan keberlangsungan portal online," kata Jusuf, kemarin. (ag-infoblora)

Subscribe to receive free email updates: